PENGENALAN :SUFI SIBER (03)
Penulisan ini menjurus kepada 3 aspek iaitu : i) syariat ( Si Tonggok atau Adam ) ii) Hakikat ( Batin Muhammad atau Nur Muhammad didalam diri dan iii) Makrifah ( ‘Dia” Yang Empunya Nur dan Yang Empunya Diri) Sementara, Tarikat diri adalah jalan diri dibawa mengikut kefahaman, level dan anugerah masing-masing .
Cabang ilmu ini di bahagikan kepada tiga jurusan secara spesifikasinya supaya bisa mudah bicara, tiada bisa keliru ( ‘mixed up “ atau confusion ) mengikut ‘compartment’ jurusan masing-masing dengan jelas, nyata dan ‘straight-forward ; iaitu;
Compartment i) Fekah ( Syariat ) Perihal Si Tonggok: Tempat letak Hukum, syariat pada bahu Adam ( Adam Roh yang berjasad bukan roh sahaja)Solat dll.
ii) Feqah Saufi ( Hakikah atau Muhadas ( baru ) puji Kadim ( Kekal) Yakni Hubungan Si Hamba dengan Tuhan .
iii) Saufi Tauhid ( Makrifah ) yakni: Kadim puji Kadim ( ‘Dia puji dirinya sendiri ) Tiada lagi muhadas( baru) dan Muhammad setelah diri dimatikan sebelum mati : hapus diri pada hakikahnya yang ada hanyalah“lamaujud bil hakki ilallahu: ( yang ‘SE’nya wujud dan berhak hanyalah Allahu) selainnya pada hakikatnya adalah ilusi semata-mata ( bayangan ‘Dia).Namun untuk temu Yang Empunya Nur mestilah melalui Nur Muhammad ; “ Nurun’ala nur yahdil lahu linurihi maiyashya’ ( Cahaya dalam Cahaya aku berikan( anugerah/gifted) kepada sesiapa yang aku kehendaki) : Annur: 35
iv) Nur Muhammad kepada Nurullahu , Nurzat dan Yang Empunya Nur ( ‘Dia’)
v) Roh kepada Yang Empunya Roh ( ‘Dia’)
Itu dari segi ilmu . Pada praktiknya : tiga dalam satu . Si Tonggok ( Adam) tiada bisa dibuang . Contoh bila solat : di sana ada syariat , hakikat dan makrifat. Kerna tauhid mestilah di selarikan dengan ilmu diri iaitu : i) Diri Yang Terdiri ( Jasad( ‘ ‘The Dead Person ‘, Diri Batin dan Saudara Kembar . ii) Diri Terperi : Diri Batin ( ‘The Living Person’) ; Si Hidup yang bawa yang mati bukan yang mati yang bawa yang hidup.
vi) Diri Yang Sebenarnya Diri ( ‘Dia’ : Yang Empunya Diri )
Jika konsep ini:Tauhid dan Ilmu Mengenal Diri difahami ‘compartment’ dan peranan masing-masing , maka bicara sufi siber ini insyaAllahu bisa di ikuti dengan baik dan cemerlang sekali; kerna anda sudah bisa meletakkan diri pada tempatnya yang sebenar dan bisa insyaAllahu menyesuaikan diri dengan keadaan sejajar dengan frekuansi ke-TUHAN-an
Sumber Nas Al Qur’an : i) Syahadah: Tiada tuhan melainkan Allahu( Al Lahu )Muhammad Rasulil lahi ii) Qul Huwal lahu Ahad Ia itu: HU wal LAHU .
HU adalah zat mutlak dan kerajaan (‘Kingdom’) dan LAHU adalah yang mengatakan : Lahu kunfayakun ( dua ayat terakhir surah Yasin) Yang Empunya HU ( ‘Kingdom’) adalah :LIL LAHI robbil’alameen , Sementara al lahu tajali bila diri hapus ( selfless) Justeru itu Lillahi ( tajalli pada HU dan al lahu tajali pada selfless /hapus aku . Rujuk : iii) Al Fatihah: Alhamdu LIL LAHI robbil’alameen LIL LAHI Yang Empunya Kerajaan ( Kingdom ) .Apabila LAHU tajalli atau manifests pada diri . Maka Aku hapus (selfless) yang ada hanyalah Allahu yakni Al Lahu dan pada Hu ( Alam semesta) menjadi LIL LAHI sebab hakikatnya semua “Dia’ belaka kerna hanya “Dia’ yang wajibal wujud barulah bisa HU wal LAHU Ahad . Yakni ,’ SE” sebenarnya ‘Se’ 100 % tiada syirik . Pada diri kiamat dan alam kiamat Al Lahu ( datang dari Lahu kerna artisan atau tukang Lahu ) dan LIL LAHI( robililalameen) yang juga datang dari Lahu bisa kembali kepada Yang Maha Pencipta ( Lahu ) ; apabila tiada lagi tajalli atau manifestasi ‘Dia’ pada alam semesta( Hu ) dan al- lahu ( selfless atau pada hapus aku ) Kombinasi Al Lahu dan Lil Lahi : barulah ‘SE”.( manifestasi atau tajalli ‘Dia’) kerna pada hakikatnya hanya ‘Dia’ yang wajibal wujud.This is what tauheed is all about ie, He’s existence. And No Syirik.
Firmanul Lahu: “ Allahu nur rusama wa tiwal ard “ ( Sesungguhnya Nur aku meliputi langit dan bumi “ ) kerna ‘Dia’ bukan nur tetapi Yang Empunya Nur. Justeru itu, jangan syirik bertuhankan nur atau cahaya kerna ‘Dia ‘ bukan cahaya; tetapi Yang Empunya Nur
Oleh : Nash Ar-Rawy / 20.9.09
( www.nashsisepuluh.spaces.live.com )
D ATROCITIES OF INTRUDER TERRORIST ZIONIST ISRAEL , AMERICA N UNO !! IN GAZA! RAMADHAN 2014 !!
UN UNDER TERRORIST ZIONIST ISRAEL N TERRORIST AMERICA CONTROLLED !! Y IN GAZA MASSACRES NO UN SECURITY FORCE SENT 2 PROTECT GAZA INNOCENT CIVILIANS ! EMIRATES OIC R SUBORDINATES OF TERRORIST ZIONIST ISRAEL , AMERICA N UNO !! OIC NATIONS MUST WITHDRAW FROM UNO LEAVING JUST D EMIRATES THERE!! NOT EVEN A SOLDIER SENT 2 PROTECT GAZA N PALESTINIANS MUSLIMS N CHRISTIANS FROM D ZIONIST ISRAEL , AMERICA N UN MASSACRES!! MUSLIMS NATIONS MUST SEND AIDS; SOLDIERS N SUPPORTS 2 HAMAS'S AL QASSAM ; SARAYA AL QUDS; , JIHAD ISLAMI N HISBULLAH 2 SAVE HUMANITY IN GAZA WITH D HUMANITARIAN BROTHERHOOD N ISLAMIC BROTHERHOOD!! BY D GRACE OF D PROPRIETOR OF ALL CREATIONS ( AL KHALIQUE ! ) N ALL THINGS ! TILL D TERRORIST ZIONIST ISRAEL OUSTED FROM THIS WORLD !! INSYA ALLAH HU ! WHAT R U " JIHADIST " IN SYRIA DOING A STUPID THING FELL UNDER D TERRORIST ISRAEL, TERRORIST AMERICA N UN ENTRAPMENT!! FIGHTING WITH UR OWN BROTHERS! Y R U NOT IN D RIGHT PLACE IN GAZA NOW ! IF U R "JIHADIST " D PLACE IS IN GAZA WITH D ISLAMIST N D MUJAHIDEEN THERE!; AL QASSAM'S HAMAS,; SARAYA AL QUDS ; JIHAD ISLAMI N HISBULLAH !!; TERRORIST PRES. AMERICA SAID, " I STRONGLY SUPPORTS ISRAEL 2 DEFEND ITSELF "PROVEN TERRORIST AMERICA SUBORDINATE OF TERRORIST ZIONIST ISRAEL GENOCIDES IN GAZA ; ALL D PRESIDENTS OF AMERICA IN D ZIONIST PROTOCOLS, UNO N D EMIRATES R D TOOLS N FOOLS N ABETTOR OF TERRORIST ZIONIST ISRAEL! THEREFOR, ALL MUSLIM MUST SUPPORT DEFEND GAZA FR. TERRORIST ZIONIST ISRAEL, TERRORIST AMERICA , UN N EMIRATES BY GIVING FULL SUPPORTS 2 HAMAS'S AL QASSAM N SARAYA AL QUDS! REFUTE AMERICA'S TPPA N BOYCOTT AMERICAN PRODUCTS; NAJIB UMNO MUST STOP TRADE WITH ISRAEL RANKING 14; EFFECTIVE IMMEDIATELY N UMNO DON B ANOTHER " BARUA" OF ZIONIST! WHERE IS OUR OWN MILITARY FROM OIC!! WITHDRAW NOW FROM UN BEING D OPERA OF TERRORIST ISRAEL N SEND OUR OWN MILITARY 2 DEFEND GAZA! IT'S OUR RIGHTS !! By : Nash Ar-Rawy/26.7.14 www.nasharrawy.blogspot.com; UNO Human Rights Council has reported zionist israel intruder is solely responsible 4 d deaths ( martyrs ) of 1,462 civilians inclusive of 550 children within 51 days of zonist israel intrusion in d Gaza Strip which ended on 26 Ogos 2014. . Meanwhile Al Qassam has got 2 new missiles 2 protect d gazans fr. d zionist israel intruders !! / 11.7.15
Tuesday, September 22, 2009
02 Sufi Siber Oleh: Nash Ar-Rawy
02 SUFISM OF THE NEW MILLENNIUM 02
INTRODUKSI
1) Ilmu Kalam ( kitab ) dan Ilmu Sir ( rahsia diri dengan ‘Dia’ yakni anugerah )
2 ) Teori dan Praktikal ( rasa , terasa dan merasai ) yakni , pengalaman peribadi saja
3 ) ‘Dia” yang awal yang akhir ( tajali ) dalam frekuensi HU wal awwalu, wal akhiru
wal zohiru wal batinu wa HUWA ‘ala kullisyaiin ‘alim ( Hadid : ayat 3 )
4) ‘Dia’ Zahir dan Batin
5) Dunia dan akhirat
6) Frekuensi ‘Feqah saufi”( “aku’ .’Dia ) pada hakikah kepada ‘Saufi Tauhid “ (‘Dia. ‘Dia”) pada makrifah : Diam dalam perkataan, diam dalam perbuatan DIAM DALAM DIAM ; diri hapus( selfless) dan berlaku transformasi “lamauhud bilhakki ilallahu “ Hanya ‘SE’ nya “Dia”yang wujud dan yang berhak “ Lil Lahi robbil’alameen.
7) Aliran ke-TUHAN-an “Aku” , ‘Dia” ( Godly bukan God ) :” Laisakamislihi syaiun” ( Tiada sesuatu pun yang menyerupai ‘ Dia”)
8) Metaphysic ‘Rabbani” ( sesi perubatan)
9) Tasauf Siber
10) Azali – Abadi
( www.nashsisepuluh.spaces.live.com )
INTRODUKSI
1) Ilmu Kalam ( kitab ) dan Ilmu Sir ( rahsia diri dengan ‘Dia’ yakni anugerah )
2 ) Teori dan Praktikal ( rasa , terasa dan merasai ) yakni , pengalaman peribadi saja
3 ) ‘Dia” yang awal yang akhir ( tajali ) dalam frekuensi HU wal awwalu, wal akhiru
wal zohiru wal batinu wa HUWA ‘ala kullisyaiin ‘alim ( Hadid : ayat 3 )
4) ‘Dia’ Zahir dan Batin
5) Dunia dan akhirat
6) Frekuensi ‘Feqah saufi”( “aku’ .’Dia ) pada hakikah kepada ‘Saufi Tauhid “ (‘Dia. ‘Dia”) pada makrifah : Diam dalam perkataan, diam dalam perbuatan DIAM DALAM DIAM ; diri hapus( selfless) dan berlaku transformasi “lamauhud bilhakki ilallahu “ Hanya ‘SE’ nya “Dia”yang wujud dan yang berhak “ Lil Lahi robbil’alameen.
7) Aliran ke-TUHAN-an “Aku” , ‘Dia” ( Godly bukan God ) :” Laisakamislihi syaiun” ( Tiada sesuatu pun yang menyerupai ‘ Dia”)
8) Metaphysic ‘Rabbani” ( sesi perubatan)
9) Tasauf Siber
10) Azali – Abadi
( www.nashsisepuluh.spaces.live.com )
01 Cover Page : Sufi Siber Oleh: Nash Ar-Rawy
01 COVER PAGE:
SUFISM OF THE NEW MILLENNIUM
By: Nash Ar-Raswy ( 25.4.02) ( www.nashsisepuluh.spaces.live.com)
Dedikasi dan Al Fatihah kepada aruah ibubapa: Adnan b Muhammad Yusuf dan
INTRODUKSI Putum Alawiyah bt Hj Meor Yahaya
Dunia dan Akhirat, Syariat dan Hakikat , Zahir dan Batin Awal dan Akhir; Roh dan Jasad
Seiring dan Sejalan Azali – Abadi , Teori – Praktikal , Tauhid Kemas, Ilmu Diri Kemas, Syariat Kemas; Roh yang berjasad bukan Roh Sahaja. SI TONGGOK(Jasad) tidak bisa dibuang.
Sambil bersyariat, berhakikat, bermakrifat serentak.Naik dan turun secara otomatis mengikut frekuensi secara natural dan fitrah semulajadi.
Adam – ‘Aku’ - ‘Dia’
Syariat – Hakikat – Makrifat.
DIAM DALAM PERBUATAN, DIAM DALAM PERKATAAN ,
DIAM DALAM DIAM : Mematikan diri , Hapus ‘Aku’ Hapus diri ( Selfless)
Yang ada hanya kalimah dan Yang Empunya kalmah
Semata-mata tajali LIL LAHI robbil’alameen( Surah Al Fatihah ) Yang datang dari LAHU yang kata LAHU kunfayan ( 2 ayat terakhit surah Yasin )
Bisa di lihat dalam surah Ikhlas : Qul Hu wallahu Ahad, iaitu : Hu wal Lahu
HU - zat mutlak , Yang Empunya Kingdom ( Kerajaan) yakni tajali LAHU selaku tuhan semesta alam; iaitu : Lil Lahi ( robbil’alameen – al fatihah )
Wal Lahu adalah Al Lahu Al atau atisan atau tukang yang datang dari LAHU; tajali mengambil alih diri yang terhapus atau zu’ cognative annihilated ectasy (Hapus ‘Aku” atau selfless )
Hu wal lahu
Hu dan al Lahu adalah tajali ‘ Dia’ La maujud bil hakkik ilal LAHU (Hanya “Dia” yang wujud dan yang berhak ) akan kembali kepada LAHU yakni tuhan semesta alam atau HU dan Yang Empunya Diri ( al-lahu ) baru lah ‘SE’ ‘Dia” dalam GERAK, PENGLIHATAN DAN PENDENGARAN apabila hapus diri atau ‘Aku” Diam dalam perbuatan, diam dalam perkataan dan DIAM DALAM DIA ; tukar frekuensi ‘Dia’ baru “Dia’ takes over . “ Qolakokum wama ‘ta’malun “ ( Aku yang mencipta kamu dan mencipta segala perbuatan kamu ) “ wama romaita iszromaita wala kinnal laha roma” ( Bukan kamu ( Muhammd) yang membaling tetapi ‘tangan’ aku yang membaling . dan “ wa HUWA ma’akum ainama kuntum” ( Aku berada di mana saja kamu berada) masksud Qur’an.
“ You write, but HE’s the writer “ You profess , you teach but HE’s the Professor Mster of All Things : “ Guru segala guru “ “ :alamal insa na malam yaklam”( Aku yang mengajar kamu akan perkara yang tidak pernah kamu ketahui. …bersambung 02/18/9/09
REFERENCESS
Kitabullah dan Assunnah, Ilmu Mengenal Diri dan Batin ku ( karya Prof.Baginda Mokhtaruddin Alam Shah) Karyanya diterjermahkan kepada Bahasa English di Universiti Oxford oleh : Prof. Dr. Burhanuddin Al Helmy . Pengarang kitab Simposium Tasauf) Sekalung bunga dan setinggi penghargaan dan penghormatan kepada : Br. Shukor b. Muhammad Ibrahim.( Kulim , Kedah ) Bapak Abdul Rahman( Parit. Perak) dan Br.Abdul Aziz ( Taiping , Perak ) dalam banyak diskusi dan muzakarah.
( www.nashsisepuluh.spaces.live.com )
SUFISM OF THE NEW MILLENNIUM
By: Nash Ar-Raswy ( 25.4.02) ( www.nashsisepuluh.spaces.live.com)
Dedikasi dan Al Fatihah kepada aruah ibubapa: Adnan b Muhammad Yusuf dan
INTRODUKSI Putum Alawiyah bt Hj Meor Yahaya
Dunia dan Akhirat, Syariat dan Hakikat , Zahir dan Batin Awal dan Akhir; Roh dan Jasad
Seiring dan Sejalan Azali – Abadi , Teori – Praktikal , Tauhid Kemas, Ilmu Diri Kemas, Syariat Kemas; Roh yang berjasad bukan Roh Sahaja. SI TONGGOK(Jasad) tidak bisa dibuang.
Sambil bersyariat, berhakikat, bermakrifat serentak.Naik dan turun secara otomatis mengikut frekuensi secara natural dan fitrah semulajadi.
Adam – ‘Aku’ - ‘Dia’
Syariat – Hakikat – Makrifat.
DIAM DALAM PERBUATAN, DIAM DALAM PERKATAAN ,
DIAM DALAM DIAM : Mematikan diri , Hapus ‘Aku’ Hapus diri ( Selfless)
Yang ada hanya kalimah dan Yang Empunya kalmah
Semata-mata tajali LIL LAHI robbil’alameen( Surah Al Fatihah ) Yang datang dari LAHU yang kata LAHU kunfayan ( 2 ayat terakhit surah Yasin )
Bisa di lihat dalam surah Ikhlas : Qul Hu wallahu Ahad, iaitu : Hu wal Lahu
HU - zat mutlak , Yang Empunya Kingdom ( Kerajaan) yakni tajali LAHU selaku tuhan semesta alam; iaitu : Lil Lahi ( robbil’alameen – al fatihah )
Wal Lahu adalah Al Lahu Al atau atisan atau tukang yang datang dari LAHU; tajali mengambil alih diri yang terhapus atau zu’ cognative annihilated ectasy (Hapus ‘Aku” atau selfless )
Hu wal lahu
Hu dan al Lahu adalah tajali ‘ Dia’ La maujud bil hakkik ilal LAHU (Hanya “Dia” yang wujud dan yang berhak ) akan kembali kepada LAHU yakni tuhan semesta alam atau HU dan Yang Empunya Diri ( al-lahu ) baru lah ‘SE’ ‘Dia” dalam GERAK, PENGLIHATAN DAN PENDENGARAN apabila hapus diri atau ‘Aku” Diam dalam perbuatan, diam dalam perkataan dan DIAM DALAM DIA ; tukar frekuensi ‘Dia’ baru “Dia’ takes over . “ Qolakokum wama ‘ta’malun “ ( Aku yang mencipta kamu dan mencipta segala perbuatan kamu ) “ wama romaita iszromaita wala kinnal laha roma” ( Bukan kamu ( Muhammd) yang membaling tetapi ‘tangan’ aku yang membaling . dan “ wa HUWA ma’akum ainama kuntum” ( Aku berada di mana saja kamu berada) masksud Qur’an.
“ You write, but HE’s the writer “ You profess , you teach but HE’s the Professor Mster of All Things : “ Guru segala guru “ “ :alamal insa na malam yaklam”( Aku yang mengajar kamu akan perkara yang tidak pernah kamu ketahui. …bersambung 02/18/9/09
REFERENCESS
Kitabullah dan Assunnah, Ilmu Mengenal Diri dan Batin ku ( karya Prof.Baginda Mokhtaruddin Alam Shah) Karyanya diterjermahkan kepada Bahasa English di Universiti Oxford oleh : Prof. Dr. Burhanuddin Al Helmy . Pengarang kitab Simposium Tasauf) Sekalung bunga dan setinggi penghargaan dan penghormatan kepada : Br. Shukor b. Muhammad Ibrahim.( Kulim , Kedah ) Bapak Abdul Rahman( Parit. Perak) dan Br.Abdul Aziz ( Taiping , Perak ) dalam banyak diskusi dan muzakarah.
( www.nashsisepuluh.spaces.live.com )
04 Kebahagiaan Dan Ketenangan Oleh: Nash Ar-Rawy
Sesuai untuk paparan di Mozilla Firefox dan di resolusi skrin 1280x768.
Kebahagiaan dan Ketenangan
Sep 22nd, 2009 | By webmaster | Category: Team PerakExpress, nash ar-rawy
( www.perakexpress.com )
Oleh: Nash Ar-Rawy
‘Dia’ adalah kosong : Emptiness, nothingness( No Body , No Mind, No Soul ) ; INFINITY . But ‘ Dia; tajalli atau manifest dalam HU ( alam semesta , kerajaan ‘Dia’ HIS KINGDOM ) sebagaimana dalam firmanul Lahu , “ HU wal awwalu, wal akhiru , wal zohiru wal batinu wa HUWA ‘ala qul lisyaiin alim “( Sila rujuk Surah Al Hadid: ayat 3 ) dan “ Allahu atau Al Lahu nur russama wa tiwal ard “ ( Sesungguhnya nur aku meliputi langit dan bumi “ ) Yakni Tiada satu riuang pun yang ‘Dia; tiada ; liput meliputi , penuh memenuhi . Akan tetapi, ‘Dia ‘ bukan Nur , tetapi Yang Empunya Nur ‘Dia’ juga . manifest atau tajalli dalam “Diri Hapus” ( selfless) seperti di dalam syahadah : la ilaha illallahu: Tiada tuhan melainkan Allahu atau Al Lahu .* yakni tukang atau artisan datang dari Lahu : yang kata Lahu kun fayakun ( Surah Yasin , dua ayat yang akhir ).
Justeru itu yang Ahad atau ‘Se “ adalah batin Hu dan batin Allahu Yakni Lil Lahi robbil ‘alameen dan Al lahu ( artisan atau tukang Lahu ) Sila lihat suratul ikhlas : “ Qul Hu wa Al Lahu Ahad” Yakni , ‘Se’ atau Ahad adalah Hu dan Al Lahu( kombinasi tajalli ‘Dia”) Yakni, Yang Empunya Batin Alam semesta : Lil Lahi robbil’alameen dan Yang Empunya Batin Diri : Al Lahu ; kerna Aku hapus hanya pada hakikah yang ada adalah ‘Dia’ semata-mata ‘Dia’ ( ‘SE’).Kombinasi batin ‘Dia’ dengan Batin ‘Dia’ dalam batin ( Lil Lahi dan Al Lahu ) . kepada Lahu. Yakni, yang datang dari Lahu (kunfayakun).dan kembali kepada Lahu ( HU wal Al Lahu Ahad ) HU adalah Lil Lahi ( Robbil’alameen )dan Allahu adalah Al Lahu; ’Dia’dalam ‘Dia’ dalam ‘Dia’ dalam ‘Dia’ kerna ‘Dia’ bersembunyi di dalam terang.
Pada diri yang Selfless: dan dalam frekuensi ‘Dia” : Kosong , emptiness, No Thing dan infinity baru bisa insya Allahu berlaku tajalli atau manifestasi . Iaitu : Diam dalam perkataan, Diam dalam perbuatan dan DIAM DALAM DIAM , seperti di dalam solat lima waktu , bangun untuk wuduk sudah ‘niat’ solat dan ‘israk’ dan takbir solat; sudah ‘ mi’raj’ pada hakikahnya ( syariat, hakikat , ma’riat dalam solat ) Terkenang ingin bersahur sudah berlaku puasa kerna niat itu tiada huruf dan tiada suara . Itu frekensi ‘Dia’ Solat itu pada level atau frekuensi Feqah Saufi adalah Muhadas( baru) puji Kadim(Kekal) dan pada Frekuensi Saufi Tauhid adalah : Kadim puji Kadim : Dia’ puji dirinya sendiri: baru lah ‘ Se” ( Aku hapus atau selfless); ‘Dia’ ambilalih ( tajalli).
‘Dia’ shapeless, formless ( Tiada berupa, tiada berbentuk ) . Tiada huruf, tiada suara, tiada ruang ( spaceless) , tiada waktu ( formless), tiada ilmu ( beyond knowledge /beyond science) tiada amal , tiada awal , tiada akhir , tiada zahir dan tiada batin .( Kosong dan Infinity ) Tetapi, tajalli atau manifest dalam lil Lahi robbil’alameen ( Sila rujujk surah Al Hadid : ayat 3 ) dan diri hapus ( selfless) pada Al Lahu
Dalam frekuensi diri ( Hapus diri atau selfless) zu’ atau cognative annihilated ectasy : “ Dia” ambil alih kerna pada hahikahnya(in actuality) hanya ‘Dia ‘ yang ‘SE’nya wajibal wujud ( “ La maujud bil hakki illallahu ‘) . Baru bisa insyaAllahu ada Peace and Bliss ( Rejoice and Happiness ) or barakah. Secara anugerah .
Di dalam rahmah ‘Dia”. nur , barakah , keampunan dan anugerah “ Dia” sahaja ( syurga ) baru bisa ada Peace and Bliss( Rejoice and Hapiness) Justeru itu, perlu ada Peace and Bliss sekarang kerna di sana hanya ada mereka yang bisa ada Peace and Bliss sahaja. Justeru itu, jika anda murung atau sedih ; anda tiada layak berada di sana(tempat rahmatnya atau syurga) kerna anda tidak ada peace and bliss, dalam diri anda. Peace dan Bliss itu sebenarnya rahsia anda sebenarnya jika anda senantiasa SYUKUR dan REDHA .Justeru itu , tiada bisa merungut atau ‘complain’
Kemurungan bererti , menolak ‘Dia’ kerna tiada syukur dan redha ! Bukankah ‘Dia’ Yang Maha Sejahtera dan Yang Maha Pengasih Lagi Yang Maha Penyayang ( Ar- Rahman dan Ar-Rahim ) Justeru itu ‘Dia’ melihat apa yang ada di dalam hati anda bukannya hiasan luaran diri anda itu ; kerna KETENANGAN dan KEBAHAGIAAN itu ada di dalam diri anda yang hidup kerna yang di luar itu semuanya mati dan ilusi .
Diri anda yang di luar itu sebenarnya adalah ‘Diri Mati” atau ‘The Dead Person “ . Sementara diri yang di dalam itu , diri batin adalah diri anda yang sebenarnya.iaitu ; ‘The Living Person “ . Si hidup yang bawa Si Mati bukannya Si Mati yang bawa Si Hidup . Anologi : Pemandu ( hidup ) yang bawa kereta( mati) bukan kereta yang bawa pemandu
Justeru itu, Peace and Bliss ( Rejoice and Happiness) hanya bisa di temui di dalam diri ( with –in ) you , bukannya di luar yang mati ‘ seperti kereta besar, rumah besar , wang besar dan isteri besar ‘ itu semuanya mati dan kesandiwaraan duniawi bukannya ukhrawi dan bukannya ‘real’ atau benar kerana yang benar hanya ada pada “ Dia’ di dalam diri dan tiada bisa ketemunya di luar.
Dia’ dan unsur daripada ‘Dia’ iatu ‘contact –point” ‘Aku’.’Dia” iaitu : roh . Namun yang bertuhankan roh, kerna ‘Dia bukannya roh atau nyawa atau diri atau nafas . Akan tetapi Yang Empunya roh , nyawa, nur, diri dan nafas.
Justeru itu, anda tanpa di sedari telah melakukan kesilapan yang amat besar sekali kerna tumpuan anda , konsentrasi anda , focus anda , ingatan anda, fikiran anda lebih tertumpu pada ‘The Dead Person “ Anda lebih menyediakan prasarana dan keperluan ‘ The Dead Person” seperti memastikan kecukupan makanan yang enak-enak dan minuman segar yang lazat lazat
Tanyalah diri anda sendiri secara jujur dan ikhlas , ‘ Benarkah aku ini mendahului dan memberikan tumpuan dan focus yang sepenuh-penuhnya pada ‘ The Living Person “ yang di dalam dan yang tiada bisa di lihat dengan mata kasar”. ‘Dia’ memerlukan makanan batin kerna “Dia’ Si Batin seperi ; tasbih ( subhanallahu) tahmid ( alhamdulillahi ) takbir ( Allah Hu ) dan tahlil ( la ila ha ilallahu ) serta selawat selain daripada tilawah al qur’an . yang senantiasa Solatun Daimun kerna selalu mengingati ‘Dia” sepanjang masa ( ‘around the clock’) sebagaimana firmanul Lahu . “ Wa aqimissola tali zikri ‘ ( Dan menyemnpurnakan solat untuk tujuan zikir ) Yakni mengingatinya bukan solat lima waktu sahaha tetapi talizikri senantiasa .
Justeru itu, senantiasa dalam keadaan dan frekuensi “ Fissajidieen” ( sujud pada hakikahnya 24 jam ) baru bisa inyaAllahu tiada rasuah, tipu, zina , mabuk, rogol , bunuh dsn,) kerna senantisa Solatun Daimun dan Fissayideen . Firmanul Lahu, “ wa taqol lubaka fissajideen ‘ ( dan pergerakan-pergerakan kamu antara mereka yang sujud). Jika anda bisa berada di dalam frekuensi ini ; yakni : ke-TUHAN-an , insyaAllahu dengan izin ‘Dia’ bisa di anugerahi ‘Dia’ dengan KEBAHAGIANN DAN KETENANGAN , PREACE and BLISS ( REJOICE and HAPPINESS ) yang sediada di dalam diri anda sendiri ( WITH-IN ) you bukannya di luar yang mati dan menipu ( ‘deceiving’).
Bersyukurlah dan redhalah dengan apa yang ada dalam frekuensi solatun daimun dan fissajideen selalu ; supaya sekarang ini juga ; sudah bisa ada ‘Syurga” sebelum ke syurga( rahmat ‘Dia’) agar bisa ada Ketenangan dan Kebahagiaan : Peace and Bliss( Rejoice and Happiness) di dalam diri anda insyaAllahu ; yang pastinya bukannya di luar; seperti yang dinyatakan di dalam Al-Qur'an: Qolbun Salim dan Lahu Qolbun
Tags: nash ar-rawy
( www.nashsisepuluh.spaces.live.com )
Kebahagiaan dan Ketenangan
Sep 22nd, 2009 | By webmaster | Category: Team PerakExpress, nash ar-rawy
( www.perakexpress.com )
Oleh: Nash Ar-Rawy
‘Dia’ adalah kosong : Emptiness, nothingness( No Body , No Mind, No Soul ) ; INFINITY . But ‘ Dia; tajalli atau manifest dalam HU ( alam semesta , kerajaan ‘Dia’ HIS KINGDOM ) sebagaimana dalam firmanul Lahu , “ HU wal awwalu, wal akhiru , wal zohiru wal batinu wa HUWA ‘ala qul lisyaiin alim “( Sila rujuk Surah Al Hadid: ayat 3 ) dan “ Allahu atau Al Lahu nur russama wa tiwal ard “ ( Sesungguhnya nur aku meliputi langit dan bumi “ ) Yakni Tiada satu riuang pun yang ‘Dia; tiada ; liput meliputi , penuh memenuhi . Akan tetapi, ‘Dia ‘ bukan Nur , tetapi Yang Empunya Nur ‘Dia’ juga . manifest atau tajalli dalam “Diri Hapus” ( selfless) seperti di dalam syahadah : la ilaha illallahu: Tiada tuhan melainkan Allahu atau Al Lahu .* yakni tukang atau artisan datang dari Lahu : yang kata Lahu kun fayakun ( Surah Yasin , dua ayat yang akhir ).
Justeru itu yang Ahad atau ‘Se “ adalah batin Hu dan batin Allahu Yakni Lil Lahi robbil ‘alameen dan Al lahu ( artisan atau tukang Lahu ) Sila lihat suratul ikhlas : “ Qul Hu wa Al Lahu Ahad” Yakni , ‘Se’ atau Ahad adalah Hu dan Al Lahu( kombinasi tajalli ‘Dia”) Yakni, Yang Empunya Batin Alam semesta : Lil Lahi robbil’alameen dan Yang Empunya Batin Diri : Al Lahu ; kerna Aku hapus hanya pada hakikah yang ada adalah ‘Dia’ semata-mata ‘Dia’ ( ‘SE’).Kombinasi batin ‘Dia’ dengan Batin ‘Dia’ dalam batin ( Lil Lahi dan Al Lahu ) . kepada Lahu. Yakni, yang datang dari Lahu (kunfayakun).dan kembali kepada Lahu ( HU wal Al Lahu Ahad ) HU adalah Lil Lahi ( Robbil’alameen )dan Allahu adalah Al Lahu; ’Dia’dalam ‘Dia’ dalam ‘Dia’ dalam ‘Dia’ kerna ‘Dia’ bersembunyi di dalam terang.
Pada diri yang Selfless: dan dalam frekuensi ‘Dia” : Kosong , emptiness, No Thing dan infinity baru bisa insya Allahu berlaku tajalli atau manifestasi . Iaitu : Diam dalam perkataan, Diam dalam perbuatan dan DIAM DALAM DIAM , seperti di dalam solat lima waktu , bangun untuk wuduk sudah ‘niat’ solat dan ‘israk’ dan takbir solat; sudah ‘ mi’raj’ pada hakikahnya ( syariat, hakikat , ma’riat dalam solat ) Terkenang ingin bersahur sudah berlaku puasa kerna niat itu tiada huruf dan tiada suara . Itu frekensi ‘Dia’ Solat itu pada level atau frekuensi Feqah Saufi adalah Muhadas( baru) puji Kadim(Kekal) dan pada Frekuensi Saufi Tauhid adalah : Kadim puji Kadim : Dia’ puji dirinya sendiri: baru lah ‘ Se” ( Aku hapus atau selfless); ‘Dia’ ambilalih ( tajalli).
‘Dia’ shapeless, formless ( Tiada berupa, tiada berbentuk ) . Tiada huruf, tiada suara, tiada ruang ( spaceless) , tiada waktu ( formless), tiada ilmu ( beyond knowledge /beyond science) tiada amal , tiada awal , tiada akhir , tiada zahir dan tiada batin .( Kosong dan Infinity ) Tetapi, tajalli atau manifest dalam lil Lahi robbil’alameen ( Sila rujujk surah Al Hadid : ayat 3 ) dan diri hapus ( selfless) pada Al Lahu
Dalam frekuensi diri ( Hapus diri atau selfless) zu’ atau cognative annihilated ectasy : “ Dia” ambil alih kerna pada hahikahnya(in actuality) hanya ‘Dia ‘ yang ‘SE’nya wajibal wujud ( “ La maujud bil hakki illallahu ‘) . Baru bisa insyaAllahu ada Peace and Bliss ( Rejoice and Happiness ) or barakah. Secara anugerah .
Di dalam rahmah ‘Dia”. nur , barakah , keampunan dan anugerah “ Dia” sahaja ( syurga ) baru bisa ada Peace and Bliss( Rejoice and Hapiness) Justeru itu, perlu ada Peace and Bliss sekarang kerna di sana hanya ada mereka yang bisa ada Peace and Bliss sahaja. Justeru itu, jika anda murung atau sedih ; anda tiada layak berada di sana(tempat rahmatnya atau syurga) kerna anda tidak ada peace and bliss, dalam diri anda. Peace dan Bliss itu sebenarnya rahsia anda sebenarnya jika anda senantiasa SYUKUR dan REDHA .Justeru itu , tiada bisa merungut atau ‘complain’
Kemurungan bererti , menolak ‘Dia’ kerna tiada syukur dan redha ! Bukankah ‘Dia’ Yang Maha Sejahtera dan Yang Maha Pengasih Lagi Yang Maha Penyayang ( Ar- Rahman dan Ar-Rahim ) Justeru itu ‘Dia’ melihat apa yang ada di dalam hati anda bukannya hiasan luaran diri anda itu ; kerna KETENANGAN dan KEBAHAGIAAN itu ada di dalam diri anda yang hidup kerna yang di luar itu semuanya mati dan ilusi .
Diri anda yang di luar itu sebenarnya adalah ‘Diri Mati” atau ‘The Dead Person “ . Sementara diri yang di dalam itu , diri batin adalah diri anda yang sebenarnya.iaitu ; ‘The Living Person “ . Si hidup yang bawa Si Mati bukannya Si Mati yang bawa Si Hidup . Anologi : Pemandu ( hidup ) yang bawa kereta( mati) bukan kereta yang bawa pemandu
Justeru itu, Peace and Bliss ( Rejoice and Happiness) hanya bisa di temui di dalam diri ( with –in ) you , bukannya di luar yang mati ‘ seperti kereta besar, rumah besar , wang besar dan isteri besar ‘ itu semuanya mati dan kesandiwaraan duniawi bukannya ukhrawi dan bukannya ‘real’ atau benar kerana yang benar hanya ada pada “ Dia’ di dalam diri dan tiada bisa ketemunya di luar.
Dia’ dan unsur daripada ‘Dia’ iatu ‘contact –point” ‘Aku’.’Dia” iaitu : roh . Namun yang bertuhankan roh, kerna ‘Dia bukannya roh atau nyawa atau diri atau nafas . Akan tetapi Yang Empunya roh , nyawa, nur, diri dan nafas.
Justeru itu, anda tanpa di sedari telah melakukan kesilapan yang amat besar sekali kerna tumpuan anda , konsentrasi anda , focus anda , ingatan anda, fikiran anda lebih tertumpu pada ‘The Dead Person “ Anda lebih menyediakan prasarana dan keperluan ‘ The Dead Person” seperti memastikan kecukupan makanan yang enak-enak dan minuman segar yang lazat lazat
Tanyalah diri anda sendiri secara jujur dan ikhlas , ‘ Benarkah aku ini mendahului dan memberikan tumpuan dan focus yang sepenuh-penuhnya pada ‘ The Living Person “ yang di dalam dan yang tiada bisa di lihat dengan mata kasar”. ‘Dia’ memerlukan makanan batin kerna “Dia’ Si Batin seperi ; tasbih ( subhanallahu) tahmid ( alhamdulillahi ) takbir ( Allah Hu ) dan tahlil ( la ila ha ilallahu ) serta selawat selain daripada tilawah al qur’an . yang senantiasa Solatun Daimun kerna selalu mengingati ‘Dia” sepanjang masa ( ‘around the clock’) sebagaimana firmanul Lahu . “ Wa aqimissola tali zikri ‘ ( Dan menyemnpurnakan solat untuk tujuan zikir ) Yakni mengingatinya bukan solat lima waktu sahaha tetapi talizikri senantiasa .
Justeru itu, senantiasa dalam keadaan dan frekuensi “ Fissajidieen” ( sujud pada hakikahnya 24 jam ) baru bisa inyaAllahu tiada rasuah, tipu, zina , mabuk, rogol , bunuh dsn,) kerna senantisa Solatun Daimun dan Fissayideen . Firmanul Lahu, “ wa taqol lubaka fissajideen ‘ ( dan pergerakan-pergerakan kamu antara mereka yang sujud). Jika anda bisa berada di dalam frekuensi ini ; yakni : ke-TUHAN-an , insyaAllahu dengan izin ‘Dia’ bisa di anugerahi ‘Dia’ dengan KEBAHAGIANN DAN KETENANGAN , PREACE and BLISS ( REJOICE and HAPPINESS ) yang sediada di dalam diri anda sendiri ( WITH-IN ) you bukannya di luar yang mati dan menipu ( ‘deceiving’).
Bersyukurlah dan redhalah dengan apa yang ada dalam frekuensi solatun daimun dan fissajideen selalu ; supaya sekarang ini juga ; sudah bisa ada ‘Syurga” sebelum ke syurga( rahmat ‘Dia’) agar bisa ada Ketenangan dan Kebahagiaan : Peace and Bliss( Rejoice and Happiness) di dalam diri anda insyaAllahu ; yang pastinya bukannya di luar; seperti yang dinyatakan di dalam Al-Qur'an: Qolbun Salim dan Lahu Qolbun
Tags: nash ar-rawy
( www.nashsisepuluh.spaces.live.com )
Thursday, September 17, 2009
Annur: 35 Oleh : Nash Ar-Rawy
# Nash Ar-Rawy September 18th, 2009 09:12 :
Nur Muhammad dari Nurullah dan nurullah datang dari Nur Zat . Namun ‘Dia” bukan nur, zat zifat .asma’ af’al .Akan tetapi, yang empunya nur, zat sifat. asma’ an af’al.
Fisikal manusia bisa kembali kepada tanah . Namun, yang hidup dan tiada mati dan kembali kepada “‘Dia” adalah yang di dalam : Si Batin atau Si Ghaib ; The Insider atau The Living Person kepada Yang Maha Hidup. kerna yang di luar itu adalah ” The dead person” Yang Hidup yang bisa bawa yang mati , bukan Yang mati yang bawa yang hidup. Anologi: Driver yang bawa kereta , bukan kerata yang bawa driver.
Hanya Yang melalui Si Ghaib bisa bertemu dengan Yang Maha Gaib
Si Hidup bisa bertemu dengan Yang Maha Hidup
Nur menemui Yang Empunya Nur InsyaAllahu kerna fiskal tiada bisa temu tuhannya.
Mengenali diri bisa kenali ‘Dia’ Kenali “Dia’ Hapus Aku , Hapus diri; Roh kepada Yang empunya Roh ( Mati sebelum mati pada Hakikat) Batin Muhammad atau Nur Muhamamd yang terkandung di dalam itu kepada yang empunya nur. ( Nurun ‘ala nur’ ) aku berikan kepada sesiapa yang aku kehendaki(anugerah)Annur:35
Nur Muhammad dari Nurullah dan nurullah datang dari Nur Zat . Namun ‘Dia” bukan nur, zat zifat .asma’ af’al .Akan tetapi, yang empunya nur, zat sifat. asma’ an af’al.
Fisikal manusia bisa kembali kepada tanah . Namun, yang hidup dan tiada mati dan kembali kepada “‘Dia” adalah yang di dalam : Si Batin atau Si Ghaib ; The Insider atau The Living Person kepada Yang Maha Hidup. kerna yang di luar itu adalah ” The dead person” Yang Hidup yang bisa bawa yang mati , bukan Yang mati yang bawa yang hidup. Anologi: Driver yang bawa kereta , bukan kerata yang bawa driver.
Hanya Yang melalui Si Ghaib bisa bertemu dengan Yang Maha Gaib
Si Hidup bisa bertemu dengan Yang Maha Hidup
Nur menemui Yang Empunya Nur InsyaAllahu kerna fiskal tiada bisa temu tuhannya.
Mengenali diri bisa kenali ‘Dia’ Kenali “Dia’ Hapus Aku , Hapus diri; Roh kepada Yang empunya Roh ( Mati sebelum mati pada Hakikat) Batin Muhammad atau Nur Muhamamd yang terkandung di dalam itu kepada yang empunya nur. ( Nurun ‘ala nur’ ) aku berikan kepada sesiapa yang aku kehendaki(anugerah)Annur:35
Mentaliti Kebendaan Tiada Yakin Yang Maha Ghaib Oleh: Nash Ar-Rawy
Sesuai untuk paparan di Mozilla Firefox dan di resolusi skrin 1280x768.
Mentaliti Kebendaan Tiada Yakin Yang Maha Ghaib
Sep 18th, 2009 | By webmaster | Category: nash ar-rawy, utama(perakexpress.com)
Oleh: Nash Ar-Rawy
Manusia diciptakan Yang Empunya Global pada diri batin Adam a.s. daripada unsur sedikit daripada roh ciptaan Yang Maha Pencipta. Namun Yang Maha Pencipta bukanlah roh , tetapi Yang Empunya roh, nur , nyawa ,nafas dan diri Fisikal Adam a.s. itu sendiri adalah daripada unsur tanah, air , api dan angin Manakala, Nur Muhammad yang terkandung di dalam diri Adam a.s. adalah anugerah Yang Empunya Cahaya : “ Nurun ‘ala nur yahdil lahu linurihi maiyasya’ “ ( Cahaya dalam cahaya , aku berikan kepada sesiapa yang aku kehendaki ) ; Surah Annur : ayat 35 .
Ternyata asal usul manusia itu adalah suci , bersih dan murni kerana terkandung elemen roh dan cahaya ( nur) yang ‘zero polusi ‘ dan 100% spiritual .Namun , setelah diri yang suci , bersih dan murni itu dimasukkan ke dalam jasad yang terkandung di dalamnya elemen tanah air api dan angin .Maka bermulalah pengaruh kebendaan ( ‘materialistic’ ) pada diri manusia. Tidak cukup dengan itu ditambah pula dengan pengaruh bumi itu sendiri yang sarat dengan khazanah kebendaan samada di atas permukaan maupun di udara , laut dan perut bumi yang merupakan lingkaran materialistik manusia secara fitrahnya
Sementara akal pula , bisa berfikir dan mengajar manusia methodologi untuk membuat yang baik maupun yang jahat . Pasangannya adalah nafsu serakah membujur lalu , melintang patah . Contohnya, cara merompak bank ( beramal maksiat) atau cara melaksanakan mekanisme dan profesionalisme perlaksanaan hukum hudud ( beramal soleh ) .
Justeru itu , untuk kembali kepada asal diri manusia yang asli dan suci murni; manusia perlu yakin kepada Yang Maha Ghaib demi untuk menyelamatkan diri daripada menjadi mangsa kebendaan dan pengaruh duniawi yang amat dahsyat . Tanpa pertunjuk dan magnatisme dan ‘Talian” Yang Maha Ghaib yang melingkari kehidupan manusia. Pastinya manusia bisa sesat sebagaimana jahiliyyah siber dan tersasar (‘derailment’) daripada menjadi orang yang beriman dan bijaksana.
Sememangnya manusia perlukan ‘ food, chothes and shelter’ ( makanan, pakaian dan tempat perlindungan ) untuk hidup di dunia ini. Namun, itu semua adalah keperluan sementara dan keperluan dan kehidupan yang sebenarnya (‘actual life’) adalah kehidupan selepas mati atau akhir roh (akhirat).yang kekal abadi dan untuk selama-lamanya.
Untuk itu manusia perlu meng’akhirat’kan diri sebelum di bawa ke sana dan me’matikan’ diri sebelum mati; masuk frekuensi “Dia” supaya bisa bersama dengan keyakinan kepada Yang Maha Ghaib secara tulus , IKHLAS dan perserahan total, zahir dan batin. Yakni, beriman dan bijaksana
( bukan semata-mata bijiaksini untuk kehidupan palsu di sini sahaja) kerna kehidupan manusia yang sebenarnya adalah akhir roh (akhirat) ; sementara dunia ini adalah semata-mata sandiwara sahaja.dan kepalsuan belaka bukan yang sebenarnya. Kembalikan diri kepada Yang Maha Ghaib sebelum dijemput oleh Yang Maha Ghaib dengan tulus ikhlas “ waqhosyi yarrahmanabil ghoib “ (IKHLAS kepada Yang Maha Ghaib ) : Surah Yasin : 11 Datang sebelum dijemput dan pergi sebelum dipanggil .mengekalkan frekuensi ke-Tuhan-an dan aliran Yang Maha Ghaib. Yakni, ‘Direct Line” atau “talian terus” tidak melalui Muhammad atau malaikat sebagaimana solat 5 waktu; 100 % TIADA SYIRIK.
“ Wataqollubaka fissajidin ‘( dan pergerakan-pergerakan kamu antara mereka yang sujud ); makusud Qur’an; ertinya senantiasa dalam keadaan sujud kepada Yang Maha Ghaib . Yakni, tiada menipu, rasuah, peras ugut , zina, judi, membunuh, minum arak; kerna IKHLAS dan KEMALATUL YAKIN kepada Yang Maha Ghaib yang bisa jadikan kamu tidak fasik, zalim atau kufur ; tepuk dada tanya iman; supaya senantiasa zakirin; dalam kalimah kepada Yang Maha Ghaib; dalam frekuensi ‘DIA’. Kalam Yang Maha Ghaib, “ wa aqimissolah talizikri” ( dan menyempurnakan solat kerna mengingati Yang Maha Ghaib ) ; senantiasa dalam solatun daimun ; kekal dalam solat dan fissajidin ( sujud pada Yang Maha Ghaib) kerna keyakinan totok dan mutlak kepada Yang Maha Ghaib . Justeru hanya dengan hakkul yakin dan akmal yakin( kemalatul yakin) pada “Dia’ Yang Maha Ghaib sahaja yang bisa solatun daimun dan fissajidin ; SUJUD kepada Yang Maha Ghaib.; sehingga lenyap diri ;si ghaib , ghaib dalam ghaib dalam Yang Maha Ghaib.( “ Ghoibun gruyub”)
Justeru itu, masa depan ( ‘future’) orang yang beriman dan bijaksana adalah kehidupan yang sebenarnya ( ‘actual life’ ) iaitu , akhirat ( akhir roh ) atau destinasi roh ; dari Yang Maha Ghaib, Untuk Yang Maha Ghaib dan Kepada Yang Maha Ghaib ; tidak ada yang lain melainkan Yang Maha Ghaib dan ‘nampak’ Yang Maha Ghaib kerna semuanya kepunyaan Lil Lahi robbil ‘alameen; yang menguasai semesta alam. Hatta, nyawa, Muhammad Rasulil Lahi juga dipegang oleh Yang Maha Ghaib ( The Unseen One ) .
Untuk itu taraf manusia perlu di naikkan agar tidak setaraf dengan binatang. Kerna binatang mempunyai nyawa sama juga dengan manusia. Namun, manusia yang beriman dan bijaksana tidak menjadi hamba dunia sebaliknya dunia ditungganginya dan menentukan arah tujunya : “ ‘ani’budullah wajtanibutthoghut” ( Beriman dengan Allahu dan Menjauhi thoghut)
Oleh yang demikian, manusia jika tiada mahu sebaris dengan binatang ; iaitu, nyawa. Hendakkah melakukan konversi atau tukar kepada frekuensi atau level roh ;yakni dengan kembali kepada hakikat diri yang asli yakni, roh yang suci , murni , tiada tercemar; kerna hanya melalui frekuensi yang bersih dan suci murni inilah yang ada di dalam batang tubuh manusia; yang bisa dengan izin Yang Maha Ghaib menemui Yang Empunya Roh. Setelah itu, insyaAllahu bertukar pula kepada level atau frekuensi nur kerna hanya melaului Nur Muhammad yang ada dalam diri anak adam itu dengan izin Yang Maha Ghaib bisa menemui Yang Empunya nur. Begitu juga, hanya Si Ghaib atau Yang Ghaib sahaja yang bisa tenggelam di dalam Yang Maha Ghaib .
Jika ini tiada berlaku , maka samalah manusia itu seperti binatang dalam frekuensi nyawa semata-mata ; di kuasai nafsu serakah dan duniawi . Walaupun , mempunyai akal tetapi tidak bisa berfikir ke arah Yang Maha Ghaib kerna tiada kenal kepada Yang Maha Ghaib. Justeru itu, kenalilah diri: siapa aku, bikin apa aku di sini dan mahu ke mana aku bawa diri supaya nanti bila kenal diri kendiri ; bisa pula kenal Yang Maha Gaib dan Yang Empunya Diri; dan apabila sudah kenali ‘Dia”, diri bisa terhapus ( ‘Selfless ‘) yang ada hanyalah Yang Maha Ghaib. “ la maujud bilhakki ilallahu “ ( Yang hanya “SE”nya wujud dan berhak adalah Yang Maha Ghaib : Lil Lahi robbil’alameen ).
Tags: nash ar-rawy ( www.nashsisepuluh.spaces.live.com )
Mentaliti Kebendaan Tiada Yakin Yang Maha Ghaib
Sep 18th, 2009 | By webmaster | Category: nash ar-rawy, utama(perakexpress.com)
Oleh: Nash Ar-Rawy
Manusia diciptakan Yang Empunya Global pada diri batin Adam a.s. daripada unsur sedikit daripada roh ciptaan Yang Maha Pencipta. Namun Yang Maha Pencipta bukanlah roh , tetapi Yang Empunya roh, nur , nyawa ,nafas dan diri Fisikal Adam a.s. itu sendiri adalah daripada unsur tanah, air , api dan angin Manakala, Nur Muhammad yang terkandung di dalam diri Adam a.s. adalah anugerah Yang Empunya Cahaya : “ Nurun ‘ala nur yahdil lahu linurihi maiyasya’ “ ( Cahaya dalam cahaya , aku berikan kepada sesiapa yang aku kehendaki ) ; Surah Annur : ayat 35 .
Ternyata asal usul manusia itu adalah suci , bersih dan murni kerana terkandung elemen roh dan cahaya ( nur) yang ‘zero polusi ‘ dan 100% spiritual .Namun , setelah diri yang suci , bersih dan murni itu dimasukkan ke dalam jasad yang terkandung di dalamnya elemen tanah air api dan angin .Maka bermulalah pengaruh kebendaan ( ‘materialistic’ ) pada diri manusia. Tidak cukup dengan itu ditambah pula dengan pengaruh bumi itu sendiri yang sarat dengan khazanah kebendaan samada di atas permukaan maupun di udara , laut dan perut bumi yang merupakan lingkaran materialistik manusia secara fitrahnya
Sementara akal pula , bisa berfikir dan mengajar manusia methodologi untuk membuat yang baik maupun yang jahat . Pasangannya adalah nafsu serakah membujur lalu , melintang patah . Contohnya, cara merompak bank ( beramal maksiat) atau cara melaksanakan mekanisme dan profesionalisme perlaksanaan hukum hudud ( beramal soleh ) .
Justeru itu , untuk kembali kepada asal diri manusia yang asli dan suci murni; manusia perlu yakin kepada Yang Maha Ghaib demi untuk menyelamatkan diri daripada menjadi mangsa kebendaan dan pengaruh duniawi yang amat dahsyat . Tanpa pertunjuk dan magnatisme dan ‘Talian” Yang Maha Ghaib yang melingkari kehidupan manusia. Pastinya manusia bisa sesat sebagaimana jahiliyyah siber dan tersasar (‘derailment’) daripada menjadi orang yang beriman dan bijaksana.
Sememangnya manusia perlukan ‘ food, chothes and shelter’ ( makanan, pakaian dan tempat perlindungan ) untuk hidup di dunia ini. Namun, itu semua adalah keperluan sementara dan keperluan dan kehidupan yang sebenarnya (‘actual life’) adalah kehidupan selepas mati atau akhir roh (akhirat).yang kekal abadi dan untuk selama-lamanya.
Untuk itu manusia perlu meng’akhirat’kan diri sebelum di bawa ke sana dan me’matikan’ diri sebelum mati; masuk frekuensi “Dia” supaya bisa bersama dengan keyakinan kepada Yang Maha Ghaib secara tulus , IKHLAS dan perserahan total, zahir dan batin. Yakni, beriman dan bijaksana
( bukan semata-mata bijiaksini untuk kehidupan palsu di sini sahaja) kerna kehidupan manusia yang sebenarnya adalah akhir roh (akhirat) ; sementara dunia ini adalah semata-mata sandiwara sahaja.dan kepalsuan belaka bukan yang sebenarnya. Kembalikan diri kepada Yang Maha Ghaib sebelum dijemput oleh Yang Maha Ghaib dengan tulus ikhlas “ waqhosyi yarrahmanabil ghoib “ (IKHLAS kepada Yang Maha Ghaib ) : Surah Yasin : 11 Datang sebelum dijemput dan pergi sebelum dipanggil .mengekalkan frekuensi ke-Tuhan-an dan aliran Yang Maha Ghaib. Yakni, ‘Direct Line” atau “talian terus” tidak melalui Muhammad atau malaikat sebagaimana solat 5 waktu; 100 % TIADA SYIRIK.
“ Wataqollubaka fissajidin ‘( dan pergerakan-pergerakan kamu antara mereka yang sujud ); makusud Qur’an; ertinya senantiasa dalam keadaan sujud kepada Yang Maha Ghaib . Yakni, tiada menipu, rasuah, peras ugut , zina, judi, membunuh, minum arak; kerna IKHLAS dan KEMALATUL YAKIN kepada Yang Maha Ghaib yang bisa jadikan kamu tidak fasik, zalim atau kufur ; tepuk dada tanya iman; supaya senantiasa zakirin; dalam kalimah kepada Yang Maha Ghaib; dalam frekuensi ‘DIA’. Kalam Yang Maha Ghaib, “ wa aqimissolah talizikri” ( dan menyempurnakan solat kerna mengingati Yang Maha Ghaib ) ; senantiasa dalam solatun daimun ; kekal dalam solat dan fissajidin ( sujud pada Yang Maha Ghaib) kerna keyakinan totok dan mutlak kepada Yang Maha Ghaib . Justeru hanya dengan hakkul yakin dan akmal yakin( kemalatul yakin) pada “Dia’ Yang Maha Ghaib sahaja yang bisa solatun daimun dan fissajidin ; SUJUD kepada Yang Maha Ghaib.; sehingga lenyap diri ;si ghaib , ghaib dalam ghaib dalam Yang Maha Ghaib.( “ Ghoibun gruyub”)
Justeru itu, masa depan ( ‘future’) orang yang beriman dan bijaksana adalah kehidupan yang sebenarnya ( ‘actual life’ ) iaitu , akhirat ( akhir roh ) atau destinasi roh ; dari Yang Maha Ghaib, Untuk Yang Maha Ghaib dan Kepada Yang Maha Ghaib ; tidak ada yang lain melainkan Yang Maha Ghaib dan ‘nampak’ Yang Maha Ghaib kerna semuanya kepunyaan Lil Lahi robbil ‘alameen; yang menguasai semesta alam. Hatta, nyawa, Muhammad Rasulil Lahi juga dipegang oleh Yang Maha Ghaib ( The Unseen One ) .
Untuk itu taraf manusia perlu di naikkan agar tidak setaraf dengan binatang. Kerna binatang mempunyai nyawa sama juga dengan manusia. Namun, manusia yang beriman dan bijaksana tidak menjadi hamba dunia sebaliknya dunia ditungganginya dan menentukan arah tujunya : “ ‘ani’budullah wajtanibutthoghut” ( Beriman dengan Allahu dan Menjauhi thoghut)
Oleh yang demikian, manusia jika tiada mahu sebaris dengan binatang ; iaitu, nyawa. Hendakkah melakukan konversi atau tukar kepada frekuensi atau level roh ;yakni dengan kembali kepada hakikat diri yang asli yakni, roh yang suci , murni , tiada tercemar; kerna hanya melalui frekuensi yang bersih dan suci murni inilah yang ada di dalam batang tubuh manusia; yang bisa dengan izin Yang Maha Ghaib menemui Yang Empunya Roh. Setelah itu, insyaAllahu bertukar pula kepada level atau frekuensi nur kerna hanya melaului Nur Muhammad yang ada dalam diri anak adam itu dengan izin Yang Maha Ghaib bisa menemui Yang Empunya nur. Begitu juga, hanya Si Ghaib atau Yang Ghaib sahaja yang bisa tenggelam di dalam Yang Maha Ghaib .
Jika ini tiada berlaku , maka samalah manusia itu seperti binatang dalam frekuensi nyawa semata-mata ; di kuasai nafsu serakah dan duniawi . Walaupun , mempunyai akal tetapi tidak bisa berfikir ke arah Yang Maha Ghaib kerna tiada kenal kepada Yang Maha Ghaib. Justeru itu, kenalilah diri: siapa aku, bikin apa aku di sini dan mahu ke mana aku bawa diri supaya nanti bila kenal diri kendiri ; bisa pula kenal Yang Maha Gaib dan Yang Empunya Diri; dan apabila sudah kenali ‘Dia”, diri bisa terhapus ( ‘Selfless ‘) yang ada hanyalah Yang Maha Ghaib. “ la maujud bilhakki ilallahu “ ( Yang hanya “SE”nya wujud dan berhak adalah Yang Maha Ghaib : Lil Lahi robbil’alameen ).
Tags: nash ar-rawy ( www.nashsisepuluh.spaces.live.com )
Wednesday, September 16, 2009
DOA DIRI Oleh: Nash Ar-Rawy
Doa Diri
Sep 15th, 2009 | By webmaster | Category: Team PerakExpress, nash ar-rawy
( www.perakexpress.com )
Oleh: Nash Ar-Rawy
Ya Lil Lahi ( Robbil’alameen)
Terang Hati
Cerdas Otak
Tajam Pemikiran
Cemerlang Dalam Pelajaran
Dalam Iman dan Bijaksana
AKU SI TENANG! SI DAMAI! PEACE! REJOICE ! LOVABLE !
‘Aku’ Boleh ! InsyaAllahu!
‘Aku’ Yakin Diri
‘Aku’ Percaya Diri
‘Aku’ Percaya Allahu
( Ilmu Yakin, Ainul Yakin, Hakkul Yakin, Akmal Yakin )
‘Aku’ dalam ‘Aku ‘ ‘Dia’ dalam “Dia’- Aku”
Batin dalam Batin dalam Batin
Si Ghaib dalam Ghaib dalam Yang Maha Ghaib
Dalam Frekuensi : ‘Dia’ ‘Dia’ ‘ Dia’
‘Aku ‘ Jaga Diri dan Sedar Diri
‘Aku’ Jangan Lupa Diri
‘ Aku’ Bijak Pengurusan Diri
‘ Aku’ Bijak Pengurusan Waktu
‘ Aku Tiada Lupa Solat Waktu ( Solatun Daimin/Kekal)
‘ Aku’ Tiada Lupa Bapa dan Ibu
‘Aku’ Perkemaskan Diri, Berpendirian Tetap( Istiqamah ) Bertuhankan Yang Empunya Ilmu, Yang Empunya Global, Yang Empunya Rezeki , Yang Empunya Pangkat dan Kedudukan . Aku samasekali tidak syirik kahfi lagi mengkahfi( ego, sombong, bongkak, ria’ takabur, hasad, dengki, dendam , kesumat /sifat mazmumah dan keji ) ; Yakni, berhala dalam diri . Tetapi , aku Bertuhannya Yang Empunya Ilmu , Yang Empunya Diri, Yang Empunya Nyawa , Yang Empunya Roh, Yang Empunya Nur , Yang Empunya Cahaya , Yang Empunya Rezeki, Yang Empunya Kerajaan dan Yang Empunya Segala dan ‘Aku” tidak memiliki apa-apa sebaliknya di MILIKI ‘ Dia ‘. Dengan tulus, mulus, ikhlas; bukan dek kerna sesuatu ( mukhlisin) ,muttakin( takwa), sobirin, (sabar). Sidiq ( benar dan Honest) Solihan , syukur dan reda , tawakkal dan zakirin ( sifat mahmudah , suci, murni, mulia ).”Qholakokum wamata’malun”(Aku yang mencipta kamu dan mencipta segala perbuatan kamu) “ Wamaromaita izromaitawalakunnallaharoma”(Bukan kamu yang membaling ( Muhammad) tapi ‘tangan ‘Aku yang membaling ) ; maksud Qur’an.
Itulah ‘Aku” apa yang ‘Aku” Fikirkan. Apa yang ‘Aku ‘ Niatkan , Apa Yang ‘Aku” nawaitu ; kerna tidak salah Muhammad Rasulil Lahi berperangai seperti manusia. ( Muhadas/Baru Puji Kadim ( Kekal ) Tetapi kekal dalam Frekuensi ‘Dia” No body, No Mind , No Soul ( Bodiless. Mindless, Soulless) Kadim Puji Kadaim ; ‘Dia” puji “ Dia’ ( Hapus ‘Aku” /Selfless) zu’ cognative annihilated ectasy. ‘Dia’ dalam Frekuensi ‘Dia’ Batin dalam Batin dalam Batin, Si Ghaib dalam Ghaib dalam Yang Maha Gaib ) Kadim Puji Kadim ; I praise myself , I bless myself (‘Dia’ puji ‘Dia’ ; wakhosyiar rohmanabil ghoib ( IKHLAS kepada Yang Maha Ghaib- Surah Yasin )
Tags: nash ar-rawy ( www.nashsisepuluh.spaces.live.com )
Sep 15th, 2009 | By webmaster | Category: Team PerakExpress, nash ar-rawy
( www.perakexpress.com )
Oleh: Nash Ar-Rawy
Ya Lil Lahi ( Robbil’alameen)
Terang Hati
Cerdas Otak
Tajam Pemikiran
Cemerlang Dalam Pelajaran
Dalam Iman dan Bijaksana
AKU SI TENANG! SI DAMAI! PEACE! REJOICE ! LOVABLE !
‘Aku’ Boleh ! InsyaAllahu!
‘Aku’ Yakin Diri
‘Aku’ Percaya Diri
‘Aku’ Percaya Allahu
( Ilmu Yakin, Ainul Yakin, Hakkul Yakin, Akmal Yakin )
‘Aku’ dalam ‘Aku ‘ ‘Dia’ dalam “Dia’- Aku”
Batin dalam Batin dalam Batin
Si Ghaib dalam Ghaib dalam Yang Maha Ghaib
Dalam Frekuensi : ‘Dia’ ‘Dia’ ‘ Dia’
‘Aku ‘ Jaga Diri dan Sedar Diri
‘Aku’ Jangan Lupa Diri
‘ Aku’ Bijak Pengurusan Diri
‘ Aku’ Bijak Pengurusan Waktu
‘ Aku Tiada Lupa Solat Waktu ( Solatun Daimin/Kekal)
‘ Aku’ Tiada Lupa Bapa dan Ibu
‘Aku’ Perkemaskan Diri, Berpendirian Tetap( Istiqamah ) Bertuhankan Yang Empunya Ilmu, Yang Empunya Global, Yang Empunya Rezeki , Yang Empunya Pangkat dan Kedudukan . Aku samasekali tidak syirik kahfi lagi mengkahfi( ego, sombong, bongkak, ria’ takabur, hasad, dengki, dendam , kesumat /sifat mazmumah dan keji ) ; Yakni, berhala dalam diri . Tetapi , aku Bertuhannya Yang Empunya Ilmu , Yang Empunya Diri, Yang Empunya Nyawa , Yang Empunya Roh, Yang Empunya Nur , Yang Empunya Cahaya , Yang Empunya Rezeki, Yang Empunya Kerajaan dan Yang Empunya Segala dan ‘Aku” tidak memiliki apa-apa sebaliknya di MILIKI ‘ Dia ‘. Dengan tulus, mulus, ikhlas; bukan dek kerna sesuatu ( mukhlisin) ,muttakin( takwa), sobirin, (sabar). Sidiq ( benar dan Honest) Solihan , syukur dan reda , tawakkal dan zakirin ( sifat mahmudah , suci, murni, mulia ).”Qholakokum wamata’malun”(Aku yang mencipta kamu dan mencipta segala perbuatan kamu) “ Wamaromaita izromaitawalakunnallaharoma”(Bukan kamu yang membaling ( Muhammad) tapi ‘tangan ‘Aku yang membaling ) ; maksud Qur’an.
Itulah ‘Aku” apa yang ‘Aku” Fikirkan. Apa yang ‘Aku ‘ Niatkan , Apa Yang ‘Aku” nawaitu ; kerna tidak salah Muhammad Rasulil Lahi berperangai seperti manusia. ( Muhadas/Baru Puji Kadim ( Kekal ) Tetapi kekal dalam Frekuensi ‘Dia” No body, No Mind , No Soul ( Bodiless. Mindless, Soulless) Kadim Puji Kadaim ; ‘Dia” puji “ Dia’ ( Hapus ‘Aku” /Selfless) zu’ cognative annihilated ectasy. ‘Dia’ dalam Frekuensi ‘Dia’ Batin dalam Batin dalam Batin, Si Ghaib dalam Ghaib dalam Yang Maha Gaib ) Kadim Puji Kadim ; I praise myself , I bless myself (‘Dia’ puji ‘Dia’ ; wakhosyiar rohmanabil ghoib ( IKHLAS kepada Yang Maha Ghaib- Surah Yasin )
Tags: nash ar-rawy ( www.nashsisepuluh.spaces.live.com )
Subscribe to:
Posts (Atom)
EVEN D FATHER OF UMNO TUNKU D IST PREMIER REFUTED UMNO N ASSISTED PAS PLIGHT! Y ??
TUNKU D IST PREMIER FROM UMNO SAID; AT FEDERAL HOTEL IN KL , ON OKTOBER 12, 1983; AS FOLLOWS; " MALAYS MUST ELIMINATE UMNO ! " ( Y ??? ) ; N " UMNO LEADERS NOW JUST WANT NAME N POSTS ! " ( 4 WEALTH N POWER )........ ASK URSELF ! Y TUNKU DIED OUTSIDE UMNO !! ; Y D FATHERS OF UMNO LEFT UMNO !! ; DATO' ONN JAAFAR; D FOUNDER OF UMNO LEFT UMNO N FORMED " PARTI NEGARA " ( NATIONAL PARTY ); 'COS UMNO INSISTED 2 TURN D PARTY INTO A NON -RACIST PARTY OR MULTI-RACIAL; ( AGAINST ONE MALAYIST RACIST ! ) ; NAMELY AS " UNITED MALAYANS NATIONAL PARTY " !! ; N HIS SON TUN HUSSEIN ONN ( EX PM N EX PRESIDENT OF UMNO; HISHAMUDDIN'S FATHER ) ; OSO LEFT UMNO ! ; N TUNKU OSO LEFT UMNO N FOUGHT AGAINST UMNO N UBN WITH SEMANGAT 46 PARTY IN " ANGKATAN PERPADUAN UMMAH ( APU ); WITH PAS N DAP !; IN A SPEECH AT BUKIT CHANDAN. KUALA KANGSAR, PERAK TUNKU OSO SAID, " IF WE WIN D GE ; D FIRST THING I WANT 2 DO IS 2 MAKE SURE THAT HORSE RACING IS PROHIBITED IN MALAYSIA ! ; THIS IS ACTUALLY D MUKADDDIMAH ( INTRODUCTORY ) OF HUDUD OR PREREQUISITE OF HUDUD . THAT IS; D PROHIBITION OF GAMBLING AS WHAT DONE BY KELANTAN NOW N OSO IN BRUNEI B4 N OSO PROHIBITION OF SELLING LIQUOR IN KELANTAN EXCEPT 4 CERTAIN PLACES MEANT 4 D NON-MUSLIMS ; BUY N CARRY BACK HOME ; NOT DRUNK IN D TOWN OR SHOPS! 4 PUBLIC SAFETY !! By: Nash Ar-Rawy/15.5.14